Memiliki bangunan komersial seperti kantor, mal, atau hotel yang asri kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan. Kehadiran area hijau tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga meningkatkan nilai jual properti dan kenyamanan pengunjung.
Jika Anda sedang merencanakan pembangunan, memahami berbagai contoh ruang terbuka hijau adalah langkah awal yang penting. Dengan pemanfaatan lahan yang tepat, bangunan beton yang kaku bisa disulap menjadi area yang menyejukkan dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung konsep keberlanjutan.
Area hijau ini berfungsi sebagai “paru-paru” bagi bangunan, menyaring polusi, serta menurunkan suhu udara di sekitar lokasi. Mari kita bahas beberapa inspirasi penerapannya.
Berbagai Ruang Terbuka Hijau yang Dapat Diterapkan pada Bangunan
Membangun area hijau di lahan komersial yang terbatas memang menantang, namun bukan berarti tidak mungkin. Berikut adalah beberapa metode yang paling sering digunakan dalam konsep bangunan hijau:
Taman di Atas Basement
Seringkali, lahan di permukaan tanah habis digunakan untuk area parkir bawah tanah (basement). Namun, Anda tetap bisa membuat taman di atas basement dengan teknik struktur yang tepat. Area ini biasanya berada di lantai dasar (ground floor) yang bagian bawahnya merupakan ruang beton. Dengan sistem drainase dan lapisan kedap air yang kuat, Anda bisa menanam rumput, semak, hingga pohon kecil di atasnya. Area ini sangat efektif untuk dijadikan ruang publik atau tempat bersantai bagi pengunjung bangunan.
Roof Garden
Jika lahan di permukaan tanah sudah tidak tersisa, Anda bisa memanfaatkan bagian atap. Roof garden atau taman atap adalah solusi cerdas untuk bangunan di perkotaan. Selain memberikan pemandangan yang indah dari ketinggian, taman atap berfungsi meredam panas matahari yang menyengat langsung ke plat beton atap. Hasilnya, suhu di dalam ruangan lantai teratas menjadi lebih sejuk, sehingga penggunaan AC bisa dikurangi. Anda bisa mendesainnya menjadi kafe terbuka atau area yoga yang eksklusif.
Terrace Garden
Berbeda dengan taman atap yang berada di puncak bangunan, terrace garden terletak di balkon atau teras-teras di setiap lantai. Contoh ruang terbuka hijau ini sangat cocok untuk gedung perkantoran atau apartemen. Dengan adanya tanaman di setiap balkon lantai, sirkulasi udara di area balkon menjadi lebih segar. Selain itu, taman teras memberikan kesan visual yang estetik bagi orang yang melihat bangunan dari luar, memberikan kesan gedung yang bernapas dan hidup.
Wall Garden
Untuk Anda yang memiliki kendala lahan yang sangat sempit, wall garden atau taman vertikal adalah jawabannya. Metode ini memanfaatkan bidang dinding sebagai media tanam. Tanaman disusun sedemikian rupa pada modul atau rak khusus yang menempel di tembok. Taman dinding tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai isolasi suara dan penahan panas alami. Ini adalah cara yang sangat efisien untuk menghijaukan fasad gedung tanpa memakan ruang jalan atau area parkir.
Menerapkan berbagai contoh ruang terbuka hijau di atas tentu membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari perhitungan beban struktur hingga sistem penyiraman otomatis. Hal ini dilakukan agar area hijau tersebut tidak hanya indah di awal, tetapi juga berkelanjutan dan mudah dalam perawatannya.Jika Anda ingin memastikan bangunan Anda memenuhi standar bangunan hijau yang diakui, SHL Green Building hadir sebagai mitra terpercaya. Kami menyediakan layanan jasa konsultan, jasa simulasi, hingga audit dan pendampingan sertifikasi green building. Dengan bantuan profesional dari kami, Anda tidak perlu bingung dalam menentukan jenis area hijau mana yang paling efektif dan efisien untuk bangunan Anda. Mari ciptakan bangunan yang tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga lestari bagi lingkungan.